Suka heran sama orang (khususnya cowo) yang dari segi manapun udah mapan untuk menikah atau sekedar punya calon pasangan, lebih milih untuk nikmatin hidup sendiri. Bukannya itu udah jadi prospek masa depan kedua setelah mapan? Bukannya mapan itu dicapai untuk punya pasangan?
Mungkin terlalu kritis buat remaja seumur gue ngomong hal beginian dan emang bukan porsi gue. Sayangnya gue itu terlalu concern soal hubungan seseorang. Yes, karena gue single dan masih dalam tahap pencarian jati diri menuju kelayakan punya pasangan :p JK! Remaja seumuran gue rata2 masih ngomongin about having fun in this age. Salahsatunya, punya pacar cuma buat cari fun nya aja, ga mau serius. Padahal, sekitar 2 sampe 10 tahun lagi udah masuk usia rata2 perempuan untuk nikah. Ga ada yang mikir sejauh itu kan.
Back to the topic. Rata2 orang mengutamakan pendidikan dan karier sebagai hal utama, gue pun begitu jadi nothing’s wrong with it. Sayangnya, beberapa penganut prinsip ini malah jadi nerd atau workaholic. Dari beberapa buku yang gue baca, orang2 kaya begitu malah cenderung individualis. Loh? Hubungannya apa sama judul? Hubungannya adalah, jadi disini apa single jadi sebuah tuntutan to get a bright future?
Pertanyaan kedua, yaitu apakah single itu sebuah pilihan, gue tujukan buat orang2 mapan seperti yang gue sebut di awal tadi. Kenapa mereka memilih untuk single kalau mereka sudah sangat layak untuk menikah atau punya pasangan?
Ga bermaksud sotoy. Gue cuma ngutarain pertanyaan yang ada di otak gue. Ini bisa jadi pertanyaan buat orang2 yang merasa dirinya gue sebut disini. Gue butuh jawabannya loh hahaha serius.
Sekarang gue ulang. Single itu, tuntutan atau pilihan?
Design by Simon Fletcher. Powered by Tumblr.
© Copyright 2010